Pemko Pekanbaru Bongkar Lapak dan Bangunan Liar di Kawasan Jembatan Siak IV Sabtu, 09/05/2026 | 13:11
Pembongkaran bangunan liar di kawasan Jembatan Siak IV
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Lapak liar dan bangunan semi permanen yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di kawasan Jembatan Siak IV Jalan Sudirman Ujung menuju Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai, hari ini dibongkar petugas.
Penertiban dan pembongkaran bangunan dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP Pekanbaru dan Dinas Pertanahan bersama aparat kecamatan serta kelurahan. Terlihat sejumlah bangunan liar dibongkar menggunakan alat berat excavator. T"etapi sebelumnya penghuni telah diberi peringatan berulang kali," kata Kepala Dinas Pertanahan Pekanbaru, Mardiansyah.
Menurut Mardiansyah Sabtu (9/5/2026), penertiban dilakukan karena bangunan berdiri di atas lahan milik pemerintah kota dan daerah milik jalan (DMJ). “Sudah kita peringatkan berkali-kali tapi tidak diindahkan, maka hari ini diambil tindakan tegas dilakukan penertiban,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sekitar delapan hektare aset milik Pemko Pekanbaru di kawasan tersebut yang menjadi sasaran penertiban. Selain bangunan liar, petugas juga menemukan pagar beton yang dipasang oleh oknum masyarakat di atas lahan pemerintah.
Sementara Kepala Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menegaskan pemerintah kota serius mengambil kembali aset daerah yang selama ini ditempati secara ilegal. “Pemko serius mengambil kembali aset daerah ini. Lahan yang ditempati warga merupakan tanah milik pemko,” katanya.
Ia menyebut bahwa proses sosialisasi dan pemberitahuan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu melalui kecamatan, kelurahan hingga pendampingan Satpol PP. Namun karena tidak ada pembongkaran mandiri dari penghuni, penertiban akhirnya dilakukan.
“Oknum masyarakat ini memasang pagar dan membuat bangunan di lahan yang bukan miliknya. Apalagi ini lahan yang secara hukum milik Pemko Pekanbaru,” kata Desheriyanto.
Desheriyanto juga mengatakan kalau mayoritas penghuni bangunan liar tersebut bukan warga setempat. Berdasarkan data dari pihak kelurahan, sebagian besar penghuni berasal dari luar wilayah Rumbai dan luar Kelurahan Meranti Pandak.**/ian